Oleh: nusaibah | September 3, 2007

Saat Tepat Jemput Ketakwaan

1reuters-corbis8.jpgOrang beruntung dan yang sukses meraih keberkahan ramadhan adalah mereka yang menunaikan ramadhan dengan maksimal, di landasi oleh keiklasan dan kesadaran serta ditunaikan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Seseorang yang telah mengarahkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk kebaikan dan amal sholeh selama bulan ramadhan, dialah yang berhak mendapat rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.

Kewajiban puasa inilah yang akan mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya untuk meraih gelar takwa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqoroh, 2: 183).

Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, berbagai keutamaan diturunkan dibulan ini. Segala amal kebaikan dilipat gandakan pahalanya, pertobatan yang tak tertolak dan terkabulanya doa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Telah banyak datang kepada kamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Pada bulan itu Allah akan mengampuni kamu, lalu rahmat di turunkan, kesalahan-kesalahan di hapuskan, dan pada bulan itu do’a dikabulkan. Allah memandang pada perlombaan kamu pada bulan itu dan membangga-banggakan kamu pada para Malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah akan kebaikanmu. Sesungguhnya celakalah orang yang pada bulan itu terhalang, tidak mendapatkan rahmat Allah SWT”. (HR. Ath Thabrani).

Keberhasilan dari madrasah ramadhan mampu membawa pelakunya untuk mempertahankan selepas ramadhan berakhir. Ada beberapa indikasi yang dapat dilihat, diantarannya:

Pertama: keberhasilan mengendalikan nafsu dan menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan kegiatan yang tidak bermanfaat.

Kedua: keberhasilan menjalankan Tazkiyatun nufs (penyucian jiwa) sehinga dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, seperti tamak, dengki, marah, gelisah, dan sejenisnya.

Ketiga: terjadinya peningkatan kualitas diri dan perubahan sikap kearah yang lebih baik. Tumbuhnya sifat-sifat terpuji seperti pemurah, santun, disiplin, sederhana, jujur dan amanah, syukur dan sabar.

Keempat: lahirnya semangat baru dan motivasi yang kuat sebagai bekal untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa yang akan dating.

Kelima: ketekunan dan istiqomah menjalankan ibadah sesudah ramadhan karena telah dan terbiasa menunaikan secara rutin dan optimal selama bulan ramadhan.

Keenam: tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an untuk dijadikan sebagai bacaan utama, sumber isnspirasi, sumber kekuatan dan spirit serta menjadikannya sebagai referensi dan pedoman hidup.

 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: